Dekatkan Diri kepada Allah, Ratusan Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Ikuti Pengajian Rutin

 


Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berkomitmen membentuk karakter dan meningkatkan kualitas spiritual Warga Binaan melalui kegiatan pembinaan kepribadian berupa pengajian rutin. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (12/10) dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan di Masjid At-Taubah Lapas.

Pengajian yang menjadi agenda pembinaan kerohanian ini menghadirkan penceramah dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, yakni Ustaz Subagiyono.

Kegiatan diawali dengan finger atau pemindaian sidik jari yang terintegrasi langsung dengan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) sebagai bagian dari pencatatan kehadiran Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan salat Duha berjamaah dan pengajian yang disertai tausiah keagamaan oleh Ustaz Subagiyono.

Dalam tausiahnya, Ustaz Subagiyono mengajak Warga Binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan membangun akhlak yang lebih baik. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah selama disertai kemauan dan kesungguhan dalam menjalani proses tersebut.

“Melalui pengajian ini, saya berharap Warga Binaan dapat mengambil hikmah dari setiap ilmu yang disampaikan, semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjadikan ibadah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Gunakan kesempatan selama menjalani pembinaan ini untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta membangun akhlak yang lebih baik agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif,” ujar Ustaz Subagiyono.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mendorong perubahan perilaku Warga Binaan. Menurutnya, pembinaan kerohanian tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin Warga Binaan memanfaatkan setiap kesempatan pembinaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Melalui pengajian rutin ini, kami berharap tumbuh kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki akhlak yang mulia, serta siap kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif,” ungkap Rudi.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial B mengaku bersyukur dapat mengikuti pengajian rutin yang memberinya kesempatan untuk memperdalam ilmu agama dan menenangkan hati selama menjalani masa pembinaan.

“Pengajian seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah ilmu agama, kegiatan ini mengingatkan kami untuk selalu introspeksi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu, dan berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur B.

Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun berharap pembinaan kerohanian dapat terus memberikan dampak positif bagi Warga Binaan, baik dalam meningkatkan keimanan maupun membentuk perilaku yang lebih baik. Dengan demikian, proses pembinaan diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih positif setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

 

Posting Komentar untuk "Dekatkan Diri kepada Allah, Ratusan Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Ikuti Pengajian Rutin"