Lapas Pemuda Madiun Panen Lele, Wujud Nyata Ketahanan Pangan dan Pembinaan Produktif
Madiun, INFO_PAS – Semangat pembinaan yang produktif dan berdampak nyata terus diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun melalui panen ikan lele sebanyak 35 kilogram di area Sarana Asimilasi dan Edukasi, Sabtu (19/9). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membentuk Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih terampil, mandiri, dan produktif.
Panen lele dilaksanakan oleh jajaran petugas kegiatan kerja bersama Warga Binaan yang telah mengikuti proses pembinaan dan pelatihan budidaya ikan. Mereka terlibat secara langsung dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan, perawatan dan pemantauan pertumbuhan ikan, hingga proses panen.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menyampaikan bahwa budidaya lele merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan.
“Budidaya lele ini bukan sekadar kegiatan untuk menghasilkan ikan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan. Mereka terlibat langsung sejak proses penebaran bibit hingga panen. Dari sini mereka belajar bagaimana merawat, mengelola, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial S mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam budidaya lele memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Selama mengikuti kegiatan ini, kami belajar bagaimana cara merawat ikan dengan baik, mulai dari memberi pakan sampai menjaga kondisi kolam. Kami senang karena hasil yang kami rawat bersama akhirnya bisa dipanen dan dimanfaatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa program ketahanan pangan harus memberikan manfaat ganda, baik dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan maupun sebagai sarana pembinaan bagi Warga Binaan.
“Budidaya lele ini merupakan wujud nyata pembinaan yang produktif. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki pengalaman mengelola kegiatan yang menghasilkan. Hasil panen ini nantinya juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas sebagai menu tambahan bagi Warga Binaan,” tegas Rudi.
Budidaya lele ini juga merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang inovatif, edukatif, dan berorientasi pada kemandirian Warga Binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan produktif, Warga Binaan diharapkan memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk kembali ke tengah masyarakat serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
Posting Komentar untuk "Lapas Pemuda Madiun Panen Lele, Wujud Nyata Ketahanan Pangan dan Pembinaan Produktif"