25 Warga Binaan Baru dari Lapas Mojokerto Diterima, Lapas Pemuda Madiun Siap Berikan Pembinaan Optimal
Setibanya di Lapas Pemuda Madiun, seluruh Warga Binaan menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi. Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi dan pemeriksaan identitas guna memastikan kesesuaian data administrasi setiap Warga Binaan dengan dokumen pemindahan yang telah diterima.
Selain pemeriksaan administrasi, petugas keamanan melaksanakan pemeriksaan badan dan barang bawaan secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Tidak hanya pemeriksaan administrasi dan keamanan, tim medis Lapas Pemuda Madiun turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh Warga Binaan yang baru tiba. Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan umum, pendataan riwayat penyakit, serta riwayat pengobatan yang sedang maupun pernah dijalani.
Sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi, pemotongan rambut juga dilakukan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kerapian Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun.
Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, setiap Warga Binaan menerima empat stel baju dinas (baju dis) yang akan digunakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Pemberian baju dinas tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus mendukung terciptanya ketertiban, kedisiplinan, dan keseragaman di lingkungan Lapas.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP), Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penerimaan Warga Binaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
“Setiap Warga Binaan yang masuk wajib melalui tahapan pemeriksaan secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan kondisi mereka, kelengkapan administrasi, serta barang bawaan telah sesuai dengan ketentuan. Kami juga memastikan proses penerimaan berjalan aman, tertib, dan humanis,” ujar Kinayung.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa penerimaan Warga Binaan baru merupakan bagian dari tanggung jawab Lapas dalam memberikan pelayanan dan pembinaan secara optimal.
“Setelah diterima di Lapas Pemuda Madiun, mereka akan mengikuti proses pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap seluruh Warga Binaan dapat mengikuti setiap program dengan tertib, disiplin, dan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat nantinya,” tegas Rudi.
Melalui proses admisi dan orientasi yang dilaksanakan secara terstruktur, Lapas Pemuda Madiun berkomitmen memastikan setiap Warga Binaan yang baru diterima memperoleh pelayanan dasar, pemeriksaan kesehatan, serta penempatan yang sesuai, sebagai bagian dari upaya menciptakan pelaksanaan pembinaan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
Posting Komentar untuk "25 Warga Binaan Baru dari Lapas Mojokerto Diterima, Lapas Pemuda Madiun Siap Berikan Pembinaan Optimal"