105,5 Kg Telur dan 29 Ikat Pakcoy Ludes Terjual, Bukti Nyata Produktivitas Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lapas Pemuda Madiun untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. Melalui kegiatan peternakan dan pertanian, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam proses budidaya, tetapi juga belajar mengenai perawatan, pengelolaan hasil produksi, hingga pemasaran.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa hasil penjualan produk tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program pembinaan kemandirian berjalan secara produktif. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Program pembinaan kemandirian ini kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Hasil panen dan produksi yang berhasil dipasarkan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan serta memberikan bekal yang nyata bagi Warga Binaan,” ujar Rudi.
Sementara itu, Arya Rusli, salah satu pembeli yang juga merupakan instruktur merajut di Lapas Pemuda Madiun, menyampaikan bahwa produk hasil budidaya Warga Binaan memiliki kualitas yang baik. Ia mengaku tertarik membeli produk tersebut sekaligus mendukung kegiatan pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Pemuda Madiun.
“Telur dan pakcoy yang saya beli kualitasnya bagus dan masih segar. Saya juga senang bisa ikut mendukung hasil karya dan kegiatan produktif Warga Binaan. Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga hasilnya semakin baik,” ungkap Arya.
Salah satu Warga Binaan berinisial A yang terlibat langsung dalam proses budidaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru baginya. Mulai dari proses perawatan ayam petelur dan tanaman, menjaga kebersihan, hingga membantu proses pemanenan dan penyiapan hasil produksi untuk dipasarkan.
“Selama mengikuti kegiatan ini saya banyak belajar tentang cara merawat ayam petelur dan tanaman pakcoy. Rasanya senang ketika hasil yang kami rawat bisa dipanen dan terjual. Ini menjadi pengalaman dan keterampilan yang nantinya bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” tutur A.
Melalui pengembangan peternakan ayam petelur dan pertanian, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Diharapkan, hasil kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat selama Warga Binaan menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan untuk membangun kehidupan yang mandiri setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
Posting Komentar untuk "105,5 Kg Telur dan 29 Ikat Pakcoy Ludes Terjual, Bukti Nyata Produktivitas Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun"