Optimalkan Pembinaan Pemasyarakatan, Lapas Pemuda Madiun Terima 15 Warga Binaan dari Lapas Mojokerto
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
Pemuda Kelas IIA Madiun menerima 15 Warga Binaan pindahan dari Lapas Kelas IIB
Mojokerto. Pemindahan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung
optimalisasi pembinaan, pemerataan kapasitas hunian, serta memastikan setiap
Warga Binaan memperoleh program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dan
ketentuan yang berlaku, Jumat (31/7).
Setibanya di Lapas Pemuda Madiun, seluruh Warga Binaan
menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan sebagai bagian dari proses admisi dan
orientasi. Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi dan pemeriksaan
identitas guna memastikan kesesuaian data administrasi setiap Warga Binaan
dengan dokumen pemindahan yang telah diterima.
Selain itu, petugas keamanan juga melaksanakan pemeriksaan
badan dan barang bawaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada
barang-barang terlarang yang masuk ke dalam lapas serta menjaga keamanan dan
ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Tidak hanya pemeriksaan administrasi dan keamanan, tim medis
Lapas Pemuda Madiun turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh
Warga Binaan yang baru datang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi
kesehatan umum, pendataan riwayat penyakit yang pernah diderita, serta riwayat
pengobatan yang sedang atau pernah dijalani oleh Warga Binaan.
Pemotongan rambut pun turut dilakukan sebagai bagian dari
proses admisi dan orientasi guna menjaga kebersihan, kesehatan, serta kerapian
Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun.
Setelah itu, setiap Warga Binaan menerima empat stel baju
dinas (baju dis) yang akan digunakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku
selama menjalani masa pembinaan. Pemberian baju dinas tersebut merupakan bagian
dari pemenuhan kebutuhan dasar Warga Binaan sekaligus mendukung terciptanya
ketertiban, kedisiplinan, dan keseragaman di lingkungan lapas.
Plh. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Denny
Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa seluruh tahapan penerimaan Warga Binaan
dilaksanakan secara cermat sesuai standar operasional prosedur guna memastikan
aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
"Setiap Warga Binaan yang baru masuk wajib menjalani
proses pemeriksaan administrasi, badan, barang bawaan, hingga pemeriksaan
kesehatan. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan
keamanan, mencegah masuknya barang-barang terlarang, serta mendukung kelancaran
proses pembinaan sejak hari pertama," jelas Kristanto.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menegaskan bahwa proses penerimaan ini merupakan wujud komitmen
Lapas Pemuda Madiun dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional,
humanis, dan berorientasi pada keberhasilan pembinaan.
"Kami memastikan setiap Warga Binaan yang diterima
memperoleh hak-haknya sejak awal, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kebutuhan
dasar, hingga pengenalan lingkungan dan tata tertib lapas. Dengan proses admisi
dan orientasi yang baik, kami berharap mereka dapat beradaptasi dengan cepat
serta mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal sebagai bekal untuk
kembali ke masyarakat," tegas Rudi.
Dengan pembinaan yang terarah, diharapkan para Warga Binaan
mampu beradaptasi, termotivasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik
serta siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana. (Humas Lapas
Pemuda Madiun)
Posting Komentar untuk "Optimalkan Pembinaan Pemasyarakatan, Lapas Pemuda Madiun Terima 15 Warga Binaan dari Lapas Mojokerto"