Buka Pintu untuk Media, Lapas Pemuda Madiun Tunjukkan Transformasi dari Zero HALINAR hingga Ketahanan Pangan
Madiun, INFO_PAS – Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, mengajak sejumlah insan media dari Detik, RCTI, JTV, Garuda TV, Cakrawala, Kompas TV, Metro TV, Lentera dan Media lain untuk makan bersama dengan menu khas Sate Blora yang didatangkan langsung dari Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam mempererat sinergi dan membangun hubungan yang harmonis dengan media sebagai mitra strategis penyebarluasan informasi kepada masyarakat. (16/07)
Suasana penuh keakraban tampak mewarnai kegiatan tersebut. Usai menikmati hidangan bersama, para awak media diajak berkeliling memasuki area dalam Lapas Pemuda Madiun untuk melihat secara langsung berbagai program unggulan dan perubahan yang telah dilakukan.
Rombongan media mengawali kunjungan dengan meninjau program ketahanan pangan yang saat ini terus dikembangkan. Mulai dari peternakan ayam petelur yang dipersiapkan sebagai penunjang kemandirian pangan, area peternakan kambing, hingga berbagai lahan produktif yang menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Selanjutnya, para jurnalis diajak mengunjungi kawasan rekreasi warga binaan Sendang Klangenan, yang dilengkapi berbagai sarana pembinaan dan menjadi ruang positif bagi warga binaan dalam mengisi waktu luang. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke blok hunian, di mana para awak media menyaksikan secara langsung kegiatan lomba stand up comedy dalam rangka menaymbut HUT RI yang diikuti warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan pengembangan kreativitas.
Para awak media juga meninjau fasilitas pelayanan warga binaan, mulai dari kantin hingga Wartelsuspas yang kini tersedia di setiap blok hunian. Di kantin, para jurnalis melihat langsung daftar harga berbagai kebutuhan sehari-hari yang dijual dengan harga yang sama seperti di luar Lapas, sehingga warga binaan memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan transparan. Selain itu, media juga berdialog langsung dengan warga binaan mengenai pelayanan yang mereka terima, termasuk kemudahan berkomunikasi dengan keluarga melalui Wartelsuspas.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada publik sekaligus upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
"Kami sengaja membuka ruang seluas-luasnya kepada rekan-rekan media untuk melihat langsung kondisi di dalam Lapas Pemuda Madiun. Apa yang kami lakukan tidak hanya ingin diketahui melalui cerita, tetapi dapat disaksikan sendiri bagaimana perubahan yang telah kami bangun," ujar Rudi.
Menurutnya, berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari komitmen mewujudkan Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), penguatan program ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan aktivitas yang positif.
"Kami berharap media dapat menjadi corong informasi bagi masyarakat. Sampaikan apa yang dilihat secara objektif bahwa Lapas Pemuda Madiun terbuka terhadap media, terus berbenah, dan berkomitmen menghadirkan pemasyarakatan yang lebih baik, humanis, produktif, serta bermanfaat bagi warga binaan maupun masyarakat luas," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Lapas Pemuda Madiun dan insan pers semakin erat sehingga informasi mengenai berbagai inovasi, program pembinaan, serta transformasi pemasyarakatan dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan transparan kepada masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
Posting Komentar untuk " Buka Pintu untuk Media, Lapas Pemuda Madiun Tunjukkan Transformasi dari Zero HALINAR hingga Ketahanan Pangan"